Work Text:
rutinitas mereka adalah: ryul menjemput ohyul setelah selesai kelas. biasanya ryul suka menunggu di sebelah tangga yang paling dekat dengan kelas ohyul. kemudian mereka akan turun lewat tangga menuju parkiran untuk pulang ke salah satu kos mereka. rutinitasnya adalah pergi ke kos ryul yang punya area parkir mobil yang luas untuk memuat mobil ryul. ohyul juga tak perlu banyak bicara untuk ryul membukakan pintu mobil bagian penumpang saat mereka sampai disana.
kemudian mereka akan masuk ke kamar ryul yang berantakan itu. ada PC set up di pojok kamar dekat jendela yang tertutup gorden kuning keemasan yang mejanya penuh dengan sampah makanan. lampu RGB khas PC gaming itu menyala dan mesinnya berdesis pelan begitu ryul menyalakan lampu overhead berwarna putih yang wattnya sangat besar itu. kemudian sebuah lemari yang satu pintunya copot dari engselnya, memperlihatkan tumpukan baju bersih yang tidak terlipat. Belum lagi kalau kalian lihat di balik pintu kosnya, banyak baju setengah kotor menggantung yang kemungkinan ryul hanya pakai setengah hari tapi terlalu repetitif untuk dipakai lagi esoknya.
tapi ohyul sudah biasa. setidaknya kasurnya selalu rapih. seperti selalu menerima dia untuk berbaring disana kapanpun dia mau. bantalnya tertumpuk rapih di depan headboard, selimutnya terlipat di ujung kasur, sepreinya wangi persis seperti baju-baju ryul. tidak heran kalau selama ohyul nyaman dikasurnya, dia tidak mempermasalahkan hal-hal lain.
melihat ohyul yang sudah berbaring di atas kasur, tanpa menunggu lama ryul langsung melepas kemeja dan celananya, menyisakan celana dalam hitam yang ketat itu sebelum ikut bersama ohyul diatas kasur dengan laptopnya. ini sangat kontras dengan ohyul yang masih lengkap dengan jeans dan sweater kremnya.
rutinitasnya adalah ryul memberikan ohyul kecupan singkat pada bibirnya sebelum membuka laptopnya dan bersandar pada headboard.
sementara ryul sibuk dengan laptopnya, ohyul memasang earphone pada salah satu telinganya yang tersambung ke ponselnya. kepalanya ia sandarkan pada bahu lebar ryul yang berotot. mereka sibuk masing-masing. diam dan intim.
"aku lupa kita belom makan."
mendengar ryul mengatakan itu, ohyul mengangkat kepalanya dari bahu ryul, "kamu laper?"
ryul menutup laptopnya dengan gerakan cepat dan langsung menyingkirkannya (lebih tepatnya dia letakkan di lantai tepat di sebelah kasurnya). dia menatap mata bulat dan besar itu. mata yang selalu tajam dan bersinar yang tatapannya sering di salah artikan banyak orang.
"nggak."
ohyul memutar bola matanya dan kembali menyandarkan kepalanya ke bahu ryul. tapi bukannya menerima, ryul malah menghindar dan membuat ohyul tersentak. belum sempat ohyul protes, bibir ryul sudah mendarat untuk kedua kalinya hari itu di bibir ohyul. kali ini lebih lama, lebih lembut.
ohyul memejamkan matanya saat merasakan bibir lembut ryul dan membiarkan ryul melepas earphone itu dari telinganya, menarik ponselnya dari genggaman tangannya lalu memindahkannya ke lantai dan membuat ciuman itu terlepas sebentar sebelum ryul melanjutkan aksinya.
kini ryul yang setengah telanjang itu berada di atas ohyul yang masih berbalut pakaian ngampusnya. tangan ryul menyangga tubuhnya di kanan dan kiri kepala ohyul seakan belum siap mengeksplor ohyul lebih jauh. sementara kedua kakinya ditempatkan satu di antara kaki ohyul. bibirnya menarik bibir bawah ohyul yang lebih sintal. ohyul menarik bibir atas ryul dan mereka bergerak dengan ritmis. bibir mereka seperti dua buah balok lego yang menyatu sempurna. tidak ada lidah. tidak ada air liur yang jorok. hanya dua bibir yang saling menciptakan suara kecupan yang lembut.
saat ryul melepasnya untuk bernafas, dia menatap ohyul dengan tatapan lenbutnya itu. bibir ohyul merah sedikit basah dan bersinar dari pantulan lampu diatas mereka. pipinya merah padam. hidungnya juga sedikit kemerahan karena gesekan hidung ryul yang sama mancungnya. bulu mata yang lebat dan lentik itu mengayun dengan indah saat ohyul mengedipkan matanya dengan pelan. ryul tidak bisa menahan keinginan untuk mencium semuanya satu persatu.
"cantik banget sih?" tanya ryul retoris.
ohyul terkekeh.
"mama kamu pasti cantik banget ya?" gurau ryul.
"oh, suka tante-tante nih sekarang?"
"apasih? cium nih."
"cium dong."
bahkan jika ohyuk tidak bilanv begitu, ryul pasti akan menciumnya. diciumnya kedua pipi ohyul yang merah padam itu. lalu hidung mancungnya. kemudian kelopak matanya yang kiri, lalu yang kanan. terakhir keningnya. dan ryul berhenti.
"udahan?" tanya ohyul, menantang.
"mau lagi?"
kali ini ohyul mengangkat kepalanya untuk meraih bibir ryul duluan. tangannya perlahan melingkar di leher ryul sambil menarik ryul lebih dekat. ryul menurut. dia membiarkan ohyul melakukannya kali ini. namun ohyul sepertinya lebih tidak sabaran.
ohyul menjulurkan lidahnya ke dalam mulut ryul dan ryul juga tanpa penolakan membiarkan lidah itu mengeskplor mulutnya dan lidah ryul mengeksplor milik ohyul. lalu tanpa mereka sadari, mereka berguling ke sisi kasur yang lain membuat ryul kini berada di bawah ohyul. ohyul menduduki perut bagian bawah ryul dimana jika ohyul turun sedikit lebih jauh hanya terdapat celana dalam katun yang melapisi penisnya.
ohyul mengeluarkan suara-suara kecil dari belakang tenggorokannya saat ryul dengan handal memainkan lidahnya dengan lidah ohyul. ditambah gesekan yang berada di bawah. dari belakang, ohyul bisa merasakan ryul yang mulai ereksi di balik celana dalamnya. dia sendiri juga mulai merasa sesak dengan celana jeansnya.
"mmh..." ohyul melepas ciuman itu dengan eluhan kecil. benang air liur menyatukan dua bibir mereka yang kemudian jatuh di dagu ryul, membasahi wajahnya. ryul tanpa ragu menyapu liur itu dengan lidahnya yang dijulurkan sampai dagu.
ryul seperti sudah mengerti begitu ohyul berhenti dan duduk tegak diatas perutnya. dia membantu ohyul melepas sweaternya kemudian membantu membuka kancing celana jeansnya sampai terlepas seluruhnya termasuk celana dalamnya dan memperlihatkan ohyul yang sudah memerah dan keras. baju-baju itu dilempar ke lantai dengan masa bodoh oleh ryul.
ryul mengambil alih lagi kali ini, memutar ohyul ke bawahnya dan pergulatan lidah itu terjadi lagi. kali ini dengan mental yang lebih siap karena melihat ohyul yang begitu bersemangat. pinggulnya mulai bermain di bawah sana, bergerak naik turun untuk mencari gesekan itu pada ereksi ohyul dan dengan mulut yang masih melekat dengan mulut ohyul. tangan ohyul meraba helaian rambut ryul yang agak kasar karena sering di warnai itu. sekali kali meremasnya saat dia merasakan tekanan yang nikmat dari pinggul ryul.
"copot." kata ohyul diantara ciuman mereka saat ia sudah tidak sabar lagi untuk merasakan ryul.
ryul tersenyum sebelum memberikan apa yang ohyul mau. dia akhirnya mengekspos benda keras itu pada ohyul yang pada bagian ujungnya sudah merah dan basah oleh pre-cum.
"ludahin." perintah ryul.
ohyul menurut dengan mata memelas yang membuat ryul semakin bersemangat. dia mengumpulkan air liur dimulutnya dan meludahkannya pada telapak tangan ryul.
dengan tangan penuh air liur dia mengaut pre-cum di ujung ereksinya, mencampurkannya di tangannya dan menyatukan ereksi milik mereka berdua sebelum menggerakkan tangannya naik turun. gesekan itu membuat mereka berdua jatuh dalam kenikmatan yang tiada tanding. ryul mengeluarkan dengusan lega dari dadanya. dengan mata yang terpejam, ryul mencoba mencari bibir ohyul. awalnya meleset ke pipi, namun dengan cepat dia menemukannya dan langsung memasukkan lidahnya kembali dengan gerakan cepat karena mulut ohyul yang sudah terbuka.
mereka sudah tidak peduli lagi betapa joroknya kegiatan ini. karena rutinitas mereka adalah membuat satu sama lain gila dalam keadaan telanjang bulat.
tangan ryul basah dan lengket dari liur yang bercampur pre-cum. dibawah sana dia terus menggerakkan tangannya naik turun pada dua ereksi yang disatukan oleh tangan besar ryul. ryul berhenti mencium ohyul. terdengar suara eluhan dari mulut cantik yang terbengkalai saat ryul mulai fokus dengan pelepasannya. ohyul tidak berhenti mendesah dengan suara desahannya yang seperti anak SMP yang belum pubertas; lembut namun menyaring. vokalis band kampus satu ini juga suaranya sangat bagus bahkan diatas kasur. ryul cukup senang dia bisa menjadi satu-satunya orang yang mengetahui fakta ini.
dan kini ryul sedang dihantam dua kenikmatan, pertama apapun itu yang sedang terjadi di bagian bawahnya, kedua suara ohyul. mata ohyul yang tertutup membuat bulu matanya terlihat sangat cantik di atas kulit wajahnya yang kontras dengan warna bulu matanya. ryul terus memandangi wajah cantik itu sambil terus menggerakkan tangannya naik turun tanpa kenal lelah (walaupun sebenarnya dia ingin sekali ohyul membantunya).
ryul berkali-kali memainkan ibu jarinya pada ujung ereksi ohyul karena dia menikmati tiap kali dia merasakan tubuh ohyul bergetar karena kenikmatan yang diberikan olehnyan.
"nngh!" tak lama setelah itu ohyul keluar lebih dulu dengan suara desahan kecil. cairan sperma itu tumpah ruah keatas perutnya, ke tangan ryul, dan sedikit ke perut ryul.
ryul menjadi semakin bersemangat saat melihat keberhasilan atas usahanya sendiri. dia semakin ingin keluar. ditambah ohyul yang tidak berhenti dengan erangan dan desahannya saat teroverstimulasi. keringat bercucuran dari pelipisnya dan helaian rambutnya, membetrikan pemandangan yang seksi bagi ohyul. terlihat juga otot-otot lengan ryul yang bekerja keras tiap kali dia menggerakkan tangannya naik turun yang membuat ohyul semakin hilang akan namun tidak bisa berkata apa-apa selain mengeluarkan suara yang cabul.
gerakan ryul menjadi semakin lincah karena cum ohyul yang menyelimuti tangannya bak oli mesin. ryul menggerakkan tangannya lebih cepat pada ereksinya yang masih keras dan milik ohyul yang mulai melembut.
lalu saat ohyul yang sangat teroverstimulasi dan mulai mencakar kulit kepala ryul dengan sangat keras disanalah ryul keluar dengan hebat. cairan sperma miliknya muncrat sampai ke dada ohyul. jumlahnya lebih banyak dari milik ohyul sehingga terbentuk kolam sperma pada dada ohyul.
nafas mereka tersengal, dada mereka naik turun mencoba menstabilkan nafas mereka. ohyul tersenyum puas. dengan sisa tenaganya, ryul mengambil tisu diatas meja belajarnya dan mengelap ohyul juga dirinya sendiri sebelum akhirnya pingsan di sebelah ohyul.
"fuck." umpat ryul diantara hembusan nafasnya.
"udah kenyang?"
"kamu masih mau lagi?"
"belom masuk." ohyul yang cabul ini berbisik pelan, barangkali itu terlalu memalukan jika diucapkan keras-keras.
ryul menggelengkan kepalanya sambil tersenyum.
ohyul berubah cemberut. rutinitasnya adalah setiap ini terjadi, ryul selalu memasang dinding geser pada seks yang sungguhan. ohyul tidak pernah mengerti kenapa. dia menganggap kalau seks yang sungguhan sudah pantas mereka lakukan sekarang. mereka saling mencintai. mereka percaya satu sama lain. dia bersih. dia juga cantik. apa yang membuat ryul selalu menolak? kadang itu sedikit membuatnya gelisah.
tapi selama konsen itu tidak ada, ohyul tidak akan memaksa.
"oke." singkat dan pasrah.
"next time." ryul menjawab seakan-akan dia bisa merasakan mood ohyul yang berubah drastis walaupun menyetujui penolakannya dan ryul tidak menyadari bobot perkataannya bagi ohyul.
ohyul bangkit dengan penuh antusias, mendejatkan wajahnya pada ohyul, "serius?"
dengan mata terpejam, ryul mengangguk.
"i love you." ohyul memberikan ciuman singkat pada pipi ryul. entah kenapa ciuman singkat itu terasa sangat tulus dan membuat perutnya geli.
ryul membuka matanya lagi hanya untuk memberikan yang sama pada ohyul.
"love you more."
rutinitasnya setelah itu adalah tidur bersama dalam keadaan berpelukan, telanjang bulat, sedikit lengket, dan penuh cinta yang mendalam. ryul bisa merasakan detak jantung ohyul. ohyul juga bisa merasakan detak jantung ryul. detak jantung yang mereka saling dengar itu adalah detak jantung yang tidak pernah berubah frekuensinya tiap kali ini terjadi.
karena rutinitas mereka adalah jatuh cinta berulang kali meskipun sudah jatuh cinta sangat dalam.
