Actions

Work Header

Rating:
Archive Warning:
Category:
Fandoms:
Relationship:
Characters:
Language:
Bahasa Indonesia
Stats:
Published:
2025-08-05
Words:
864
Chapters:
1/1
Hits:
69

Open Now

Summary:

But I wanna feel all that love and еmotion
Be that attached to the person I'm holdin'
Someday I'll be fallin' without caution
But for now, I'm only people-watchin'

- Conan Gray / People Watching

Work Text:

"kaga usah dipelototin je rotinya kaga bakal kabur"

Jihyang menegur Jihye yang sedari tadi melamun, croissant coklat di piringnya belum berkurang lebih dari dua gigitan. Yah, mau gimana lagi, Jihye di sini cuma jadi obat nyamuk buat Jihyang dan Rozalin, yang sedang merayakan anniversary 5 tahun hubungan mereka.

"atuh ajak ngobrol coba akunya, gimana udah diajak tapi dikacangin aja"

"makanya bawa gandengan kak, dah dibilangin cari gandengan gamau terus sih"

"bocil diem"

"dih dikasih saran gitu diamah, biarin aja kak ay ngga usah ditanggepin lagi kalo ngomong" Rozalin menjulurkan lidahnya ke arah Jihye dan kembali bercengkrama dengan Jihyang, bercerita dengan antusias konsep koreografi barunya.

Memang, Jihye bisa dibilang sudah bagian dari Jihyang dan Rozalin. Bersahabat baik sejak kelas 2 SMA dengan Rozalin. Ia masih ingat bertemu dengan adik kelasnya di ekskul dance, sangat kebetulan rumah mereka pada saat itu berdekatan sehingga sering berangkat dan pulang sekolah bersama.

Ketika Jihye masuk kuliah, bukannya meregang jarak mereka malah Rozalin makin nempel dengan Jihye, aku udah nyaman sama kakak, katanya. Eh, ngga, mereka sama sekali ngga lebih dari teman, kok. Memang Jihye sempat khawatir saat Rozalin bilang seperti itu kepadanya.

Bukan apa-apa, Jihye hanya sedikit skeptis terhadap hubungan romantis. Pernah Ia utarakan kepada Rozalin beberapa waktu setelah 'confess' tersebut. Rozalin tertawa lepas, aku ngga bermaksud ke arah sana kak je, katanya dulu. Ya, Jihye sih santai saja yang penting dia sudah diberi tau kalau Jihye tidak tertarik untuk berhubungan secara romantis.

Rozalin masuk ke universitas yang berbeda dengan Jihye, namun tetap sama, jarak mereka tidak meregang, makin erat antar satu sama lain. Tahun pertama, Rozalin ikut di komunitas dance mahasiswa, di sinilah Ia bertemu dengan Jihyang, yang kebetulannya merupakan mahasiswa di kampus Jihye.

Singkat cerita, Jihye membantu Rozalin dan Jihyang dalam menjalin hubungan. Dari awal, mengikuti pula jatuh bangunnya hubungan mereka, hingga sekarang berada di perayaan ke 5 tahun. Jihye senang untuk mereka berdua.

Eh? Yaa, walaupun Jihye sendiri tidak melakukan hubungan, bukan berarti dia tidak bisa senang untuk orang, bukan. Bukan berarti Ia membenci setiap orang yang memiliki kekasih hati. Memang, awalnya Ia begitu, apalagi ketika Rozalin dan Jihyang sedang di masa-masa sulit dalam hubungannya. Ingin sekali Jihye berkata, kan, kepada Rozalin tapi tak sampai hati Ia sampaikan melihat karibnya sedih.

Makin ke sini, mereka hanya semakin terlihat senang. Menjadi pusat kebahagiaan satu sama lain. Mau bagaimana pun Jihye turut senang melihatnya.

Mungkin, hanya mungkin. Mungkin selama ini Jihye hanya takut. Takut membuka diri untuk orang lain. Takut memberikan hatinya untuk dijaga bukan oleh dirinya sendiri. Takut merasakan sesuatu yang tidak bisa Ia kontrol sendiri.

Kalau Jihye boleh jujur, Ia juga mau.

"dibiarin makin jadi ini orang, kak je kesambet nanti jangan bengong"

Rozalin melambaikan garpu di depan garis pandang Jihye, membuyarkan lamunannya.

"ck ganggu aja sih"

"ganggu apaan, ganggu setan rasukin iya, terima kasih lu sama gua"

"kamu masih skeptis dengan hubungan je?"

"hem" Tidak ingin menjawab rumit, kepala Jihye sedang rumit "aku mau ke kamar mandi dulu, cuci muka sebentar, ngantuk nemenin kalian"

Pertanyaan Jihyang terngiang di kepala Jihye, ditambah dengan pikiran yang tadi terlewat di kepalanya. Tentang takut. Tentang ingin. Mungkin Ia memang ingin merasakan hal yang selama ini Ia saksikan. Mungkin nanti.

"ah pusing, perasaan orang tuh ribet banget sih, capek mikirnya"

Jihye buru-buru mengeringkan wajahnya setelah tadi memercikkan sedikit air untuk mencegah rasa kantuk, memoles sedikit liptint di bibirnya, lalu bergegas keluar dari kamar kecil.

Bukan anak muda namanya kalau bisa lepas dari hp lama-lama, Jihye keluar dari kamar kecil bukan melihat jalan malah melihat ke hpnya. Lupa bahwa kamar kecil ada di lorong yang cukup sempit dan tidak sadar akan kehadiran orang lain di tempat tersebut.

"aduh"

"eh, maaf!"

Bodoh memang, segera Jihye berbalik ke belakang, dilihatnya seorang gadis terhuyung karena benturan mereka. Usianya sepertinya sebaya, wajahnya tidak terlihat, kepalanya menunduk ke bawah, tertutup poni samping rambut yang sisanya diikat kuncir rendah di belakang.

"iya gapapa"

Jihye terpana, kalau bisa dibilang. Terdiam beberapa saat mendengar suaranya, halus, sopan sekali masuk ke telinga Jihye. Belum sempat mengambil napas, gadis tersebut mengangkat kepalanya, matanya masuk ke garis pandang Jihye. Agak lebay kalau bilang waktu terasa terhenti, tapi itulah yang Jihye rasa.

"cantik"

"eh?"

Kalau sedang dalam mode dancer sepertinya Jihye sudah lompat salto muter-muter ala B-Boy. Jihye bodoh! Bisa-bisanya terlepas begitu, duh salting boleh bego jangan. Tapi Jihye ngga keberatan terlihat bodoh, kalau berarti dapat melihat gadis di hadapannya tersenyum kecil dengan sedikit kemerahan terlihat di pipinya, tersipu. Astaga manisnya.

"ehm, maaf"

"iya.."

"..."

"maaf kak kalau udah kamar mandinya bisa lewat dulu, saya mau lewat juga"

"eh, oh iya, iya udah, silakan"

Bukannya lewat duluan, Jihye malah mendempet ke tembok, bermaksud memberikan jalan kepada gadis tersebut, yang tertawa kecil melihat tingkah Jihye.

"lewat duluan aja kak keluar, lorongnya sempit, ini saya bawa keranjang mau dibawa ke etalase, susah kalau kakaknya kaya gitu"

Jihye tidak sadar kalau Ia memang membawa keranjang berisi roti, sepertinya baru dikeluarkan untuk mengisi roti yang sudah habis di etalase.

"ah iya, maaf maaf"

"iya kak gapapa, permisi ya"

Ujar gadis itu setelah mereka keluar dari lorong dan langsung menuju ke arah etalase untuk mengisi bagian yang mulai kosong.

Mungkin, nanti itu adalah hari ini.

"Hyewon", Jihye mengucapkan tulisan di name tag yang dikenakan gadis tersebut saat berpapasan tadi.