Actions

Work Header

Dia yang paling aku inginkan¹

Summary:

"Aku akan merebutnya kembali" ucap kei dengan sangat pelan.
"Apa? Kau mengatakan sesuatu kei?" Tanya toto karena mendengar suara lirih kei namun tidak terdengar jelas ia mengatakan apa.
Kei kembali diam menatap lukanya yang sudah selesai diobati dan langsung pergi ke ruang tamu.

Notes:

(See the end of the work for notes.)

Work Text:

Setelah beehasil menemukan kei akhirnya toto dan ron bisa beristirahat sebentar dari rencana-rencana jahat alice. 

 

Namun, itulah menjadi awal perpecahan.



Seperti hari biasanya, setelah mengerjakan laporan kasus yang ia pecahkan bersama ron, toto akan ke rumah ron sekedar untuk beristirahat atau membicarakan kasus mereka selanjutnya. 

Setelah sampai dirumah ron, ia langsung mengetuk pintu. Namun nampaknya hari ini akan berbeda seperti sebelumnya. 

 

Tok tok tok 

 

/suara pintu terbuka 

 

"Selamat siang ron- ah kei? Kau disini? selamat siang"

"..."

Kei tak menjawab hanya pergi masuk begitu saja.

 

Setelah toto masuk, ia bisa melihat ron yang sedang mengerjakan sesuatu di tabletnya dengan 2 minuman dingin di mejanya.

Toto jadi merasa tidak enak karena ia malah membawa kopi panas di cuaca panas seperti ini. 

"Toto! Kapan kau datang?" Tanya rin saat mengalihkan pandangannya dan melihat toto.

"Aku baru saja sampai" jawab toto tersenyum. 

"kau tahu toto, kei membantuku untuk mendapatkan kasus-kasus yamg lebih sulit dari sebelumnya untuk kiya selesaikan" rpn berjalan ke arah toto dengan senyum konyolnya karena terlalu senang. 

"Sungguh? Wah terima kasih kei" seru toto kepada kei

"..." 

Tak ada jawaban dari sang empu, toto akhirnya memilih diam karena mungkin kei hanya ingin berbicara dengan orang yang dekat dengannya. 

 

"Apa yang kau pegang toto?"

"Ah ini... ini kopi hangat" jawab toto sedikit kikuk.

"Wah kopi panas kesukaanku, kenapa kau seperti sedang menyembunyikannya, apa kau ingin meminumnya sendiri?" tanya ron dengan raut sedih.

"Hahaha tidak mungkin aku akan menghabiskannya sendiri, aku membelinya untukmu" jawab toto tersenyum.

"Terima kasih toto" ujar ron tersenyum. 

 

Saat matanya bertemu dengan mata biru laut itu, rasanya ia ingin menghentikan waktu agar bisa melihat wajah itu sepuasnya. Wajah tampan yang membuat orang yang melihatnya terpana.

Terkadang ia merasa wajahnya akan memerah saat sedang bertatapan dengannya.

Toto tidak sadar sekarang sedang benar-benar menatap dalam mata itu, ron hanya terdiam memikirkan apa yang sedang dipikirkan oleh temannya ini. 

 

Saat sadar dari lamunannya, toto terkejut karena wajahnya sangat dekat dengan ron, bahkan ia bisa merasakan nafas hangatnya dan juga. Ron hanya diam dan semakin mendekatkan wajahnya. Toto merasa jantungnya akan meledak saat itu juga melihat tindakan ron, namun semakin dibuat terkejut dengan suara benda terjatuh. 

 

Ron dan toto pun langsung melihat ke arah suara itu berasal. 

 

"Ah maaf aku menjatuhkan gelasmu ron" ucap kei. 

 

Ron langsung mendekati kei untuk memerikasakan keadaannya dan memastikan ia tidak terkena pecahan.

"Kau tidak papa kan? Apa ada yang terluka? Kau harus lebih berhati-hati kei" ucap ron dengan wajah khawatir.

Kei mengangguk dan mengambil pecahan gelas, walaupun ia sudah berhati-hati tetap saja ia tekena goresan.

"Astaga kei! Aku baru saja mempwringatkanmu, sudah jangan menyentuh pecahan itu biar aku saja yang membersihkannya" 

 

"Biar aku yang membersihkan lukamu kei" ujar toto sambil membawa kotak p2k.

"Toto kau benar-benar perhatian sekali, hah.. seandainya kita bisa tinggal bersama pasti akan sangat menyenangkan". Ucap ron sambil tersenyum sambil membersihkan pecahan gelas. 

 

Ron tak menyadari ada dua ekspresi berbeda dari dua orang yang kini sedang menatapnya lekat.

Toto yang baru saja dipuji kini tak bisa menyembunyikan wajahnya yang sudah memerah seperti tomat ditambah teringat apa yang temannya itu lakukan tadi.

Kei yang kini hanya duduk terdiam mencerna kata-kata yang diucapkan oleh pria yang selama ini selalu ia kagumi, pria yang selalu menjadi nomor satu dihidupnya, bahkan jika ia harus membunuh seseorang untuk menyelamatkan pria yamg ia cintai, ia siap untuk membunuh siapapun dengan berharap cintanya bisa terbalaskan. Namun apa yang baru saja ia dengar dari mulut pria itu membuat darahnya terasa mendidih. Ia tak percaya ia akan dikalahkan oleh orang yang baru saja pria itu  temui 1 tahun yang lalu, dibandingkan dengan dirinya yang sudah mengorbankan banyak hal wilayah 5 tahun agar ron bisa bersembunyi dengan aman.

 

Notes:

Ini Adalah karya pertamaku dari sekian banyak cerita yang tidak aku publik, maaf jika penulisnya agak berantakan.

Bab selanjutnya akan di tambahkan secara bertahap, selamat membaca ^^