Actions

Work Header

Rating:
Archive Warning:
Categories:
Fandom:
Relationships:
Characters:
Additional Tags:
Language:
Bahasa Indonesia
Stats:
Published:
2024-06-02
Words:
2,427
Chapters:
1/1
Comments:
9
Kudos:
307
Bookmarks:
47
Hits:
35,878

les_private_berujung_diewe_3gp.

Summary:

Hari itu Yoon Jeonghan dimarahi habis-habisan sama mamahnya karena sudah kelas tiga SMP tapi kerjaannya main mulu, takut-takut kalau Jeonghan enggak lulus, dan gak bisa masuk ke SMA favoritenya, mamah Jeonghan berinisiatif untuk cariin guru les private buat Jeonghan. Bukannya belajar buat lulus ujian, Jeonghan malah dibuat ngangkang sama guru lesnya.

"Kak Seungcheol... mmhh..."

"Hmm, kenapa Han? Enak ya?"

"Emmhh, enaaakk-- enakk bangeett.. ahhh"

"Gak usah masuk SMA ya? Nikah aja sama kakak ya, ahh-- enak banget sih memeknya Han.. nanti memeknya kakak penuhin tiap hari ya?"

Notes:

Hi! this is my first time nulis bokep di ao3 jadi masih kurang paham sama tagnya t___t and a disclaimer bokep ini ditulis dengan bahasa yang jorok-- jorok banget. leave if this isn't in your cup of tea

(See the end of the work for more notes.)

Work Text:

Siang itu, Yoon Jeonghan perempuan yang kini duduk dikelas tiga SMP itu tengah duduk disofa rumahnya dengan wajah yang tertekuk masam sembari mendengarkan omelan-omelan ibundanya yang terus saja keluar tanpa henti. 

"Kamu tuh! Main mulu, besok mulai les private ya. Mama udah cariin guru yang bisa ngajarin kamu. Kalo kamu gak belajar mana bisa lulus? Gak mau SMA iya? putus sekolah aja ya?" Omelan ibundanya itu semakin membuat Jeonghan tak mood menyuap beberapa camilan ditangannya itu. Gadis itu mendecak dengan keras.

 

"Ck! Lagian aku rajin kok belajar. Gak usah lah pake les private gitu. Aku juga udah ikut bimbel." 

 

"Bimbel apaan, kamu main sama temenmu bilangnya lagi bimbel! udah besok lesnya disini, dirumah biar mama bisa pantau."

 


Siang itu memang panas, tapi lebih panas lagi tubuh Jeonghan ketika melihat guru les privatenya yang kini tengah menata buku-buku pelajaran yang akan digunakan mereka berdua belajar. Kalau Jeonghan tak salah, namanya adalah Choi Seungcheol-- kakak mahasiswa ini adalah anak dari teman ibunya yang beralih menjadi guru les privatenya saat ini. Seungcheol itu menurut Jeonghan bukan saja tampan, tapi panas. Iya, panas. Tubuhnya kekar dan atletis, selain rajin berolahraga pasti Kak Seungcheol itu rajin mengangkat beban di gym. Yah, Jeonghan ini kan anak perempuan SMP yang hormonnya lagi dipanas-panasnya remaja. Bokep udah jadi tontonan gadis SMP ini sehari-hari tapi dia bukan seseorang yang berani buat praktekin secara langsung, paling enggak gesek-gesek pake bantal atau tangan. 

 

"Yoon Jeonghan? bisa kita mulai gak?"

 

Keduanya tengah berada dikamar Jeonghan yang tertutup rapat, tidak ada jendela sama sekali. Udara pun hanya dari ventilasi kecil. AC yang dipasang Jeonghan dikamarnya pun sudah ia pastikan dengan suhu paling kecil, tapi panas ditubuhnya tidak menghilang. Jeonghan mengangguk, "Bisa-- kak?"

 

Seungcheol terkekeh kecil, "Choi Seungcheol." Ujarnya begitu dengan senyum dan kacamata yang bertengger di antara hidungnya. Sial, ganteng banget.

 

"Jadi, kalo x nya itu 2 berarti f nya 25. Bisa dipahami gak? Coba Jeonghan kerjain nomer 10 ya nanti kalo udah tunjukin kakak, nanti kak cheol cek." 

 

"Ok kak."

 

Lima belas menit lamanya Jeonghan mencoba untuk menyelesaikan satu soal dari Seungcheol, tapi ia perlu berpikir keras, bahkan hingga Seungcheol tak tau harus melakukan apalagi sembari menunggu gadis itu selesai mengerjakan soal sehingga yang ia lakukan adalah memperhatikan Jeonghan. Seungcheol baru sadar, untuk seukuran gadis SMP itu, Jeonghan punya payudara yang begitu sekel dan besar-- jujur lebih besar dari milik pacarnya. Paha dan pantatnya pun Seungcheol bisa lihat sangat mulus dan empuk. Ditambah saat ini, Jeonghan hanya mengenakan celana pendek yang ketika duduk, celana itu mungkin sudah tidak terlihat lagi dan tanktop yang begitu ketat. Sial, kontol Seungcheol rasanya bereaksi hanya melihat gadis SMP yang begitu montok itu.

 

"Kak, udah. Coba dicek." 

 

Seungcheol buru-buru menghilangkan pikiran kotornya tentang Jeonghan, ia mulai memeriksa jawaban Jeonghan. Benar, pengerjaannya sudah baik. Jeonghan bukanlah anak yang bodoh ternyata. Tapi laki-laki adalah laki-laki. Seungcheol kini berpikir bagaimana caranya untuk mencicipi tubuh gadis SMP itu. Bagaimanapun akan Seungcheol lakukan, dirinya sudah kepalang sange. Hingga ia terpikirkan untuk memberikan satu soal yang begitu susah, jika Jeonghan tidak bisa menjawab, maka ia akan memberikan hukuman pada gadis itu. Membuka pakaiannya.

 

"Han, mau main gak? Biar gak bosen." Seungcheol melepaskan kacamata dan jaketnya, kini ia hanya memakai kaos polos hitam, jangan tanya Jeonghan sudah terpana melihatnya. 

 

"Main apa kak?"

 

"Kakak kasih 3 pertanyaan matematika, kalau ada salah dari 1 jawaban Jeonghan harus buka salah satu baju yang ada ditubuh Jeonghan."

 

Jeonghan mematung sejenak, bukankan ini sebuah pelecehan? pada anak SMP. Tapi jika itu pelecehan harusnya Jeonghan marah. Tapi ia malah mengangguk. "Ok. Kalo salah tiga berarti Jeonghan harus buka tiga tiganya?" 

 

Seungcheol menelan ludahnya susah payah, ia hampir merutuki keputusannya semenit yang lalu sebelum Jeonghan mengiyakan ajakannya. Jackpot. "Iya. Baju, celana, dan--"

 

"Daleman ya. Ok. Siapa takut."

 


30 menit lamanya Seungcheol harus menahan rasa sangenya menunggu Jeonghan menjawab ketiga pertanyaan yang tentu saja harusnya Jeonghan tidak bisa menjawab karena soal yang diberikan Seungcheol adalah matematika universitas untuk anak semester 3. Gila? Memang. 

 

"Kak, udah." Jeonghan menginterupsi

 

Seungcheol mulai mengecek satu persatu jawaban Jeonghan. dan boom! tidak ada satupun jawaban yang benar. Seungcheol mengembalikan bukunya pada Jeonghan agar Jeonghan dapat melihat berapa nilai yang didapat, sedikit tercengang atas hasil yang didapat. Jeonghan mulai untuk membuka bajunya namun sebelum itu ia menatap wajah guru les privatenya itu. "Kenapa engga kakak aja yang bukain?" 

 

Seungcheol dibuat kaget dengan pertanyaan gadis SMP didepannya ini, jika laki-laki ditanya dan diperintahkan begitu, siapa yang menolak, tubuh seungcheol bangkit mengangkat tubuh Jeonghan dan ia dudukkan dikasur milik Jeonghan, sebelum itu seungcheol memastikan bahwa pintu kamar gadis itu sudah terkunci dengan rapat. Seungcheol mulai memberikan dominasi pada tubuh gadis kecil itu, bibirnya mulai mengecup perlahan bibir ranum Jeonghan yang begitu pink dan lembut. Tangannya beralih untuk membuka pakaian atas Jeonghan.

 

"Ssshh... kak-- mmhhh"

 

Jeonghan tak mampu berbicara, tubuhnya sudah dikungkung oleh Seungcheol sepenuhnya. Ia mendorong tubuh Seungcheol sejenak untuk mengambil napas, menurut Jeonghan, Seungcheol saat ini benar-benar seperti hewan yang tengah kelaparan dan kini tengah menerkam mangsanya. Tangan seungcheol kini beralih ke payudara besar milik Jeonghan, seungcheol terperangah menatap payudara besar itu, ia remas dan ia elus berulang kali dan ia beri stimulasi pada pentil dikedua payudara Jeonghan.

 

"Kak Cheo-- ahhh... pelan kak-- mmmh..."

 

"Jangan berisik, nanti mama kamu denger sayang."

 

Jeonghan mengangguk diberi peringatan seperti itu oleh Seungcheol, kini ia menggigit bibir bawahnya ketika merasakan seungcheol tengah mengecupi kedua pentilnya dari luar minisetnya. "Mmh.. Jeonghan.. teteknya udah gede gini kok masih pake miniset, emang gak berat ya?" Ujar Seungcheol disela sela ciumannya yang semakin ganas pada kedua payudara Jeonghan. Jeonghan mulai melempar kepalanya kebelakang merasakan betapa nikmatnya kuluman bibir guru lesnya pada kedua puting susunya, jemarinya beralih menyentuh rambut hitam legam Seungcheol tanpa sadar ia menekan kepala Seungcheol untuk terus berada diantara kedua payudaranya.

 

"Kakak buka ya?" 

 

Jeonghan mengangguk, gadis berusia 16 tahun itu mempersilahkan guru lesnya untuk membuka miniset yang menutupi kedua payudaranya. Seungcheol semakin terperangah melihat payudara anak umur 16 tahun yang putih bersih dengan puting yang memerah dan tengah menonjol, seakan ia meminta lebih untuk diberikan kenikmatan. Seungcheol menidurkan Jeonghan, mengecup bibirnya sejenak dan kembali bermain pada dua gundukan kenyal itu. Jeonghan hanya bisa menerima rangsangan yang begitu nikmat dari guru lesnya. Ia terus menekan kepala Seungcheol untuk menyusu padanya. 

 

"Jeonghan? Nak Seungcheol?"

 

Keduanya berhenti sejenak dari kenikmatan duniawi. Suara ketukan dipintu kamar Jeonghan membuatnya shock sejenak, "I-Iya ma?"

 

"Masih belajar ya? Mama mau kerumah tante dewi balik malem. Kalo udah selesai Kak Seungcheolnya dikasih makan ya."

 

Mendengar kalimat itu, Seungcheol tersenyum nakal dan kembali mencium payudara Jeonghan dan menggigit putingnya. "Ahhh-- iya Mah.. mmhh Jeonghan masih ngerjain soal." Jeonghan mati-matian menahan desahnya ketika tangan seungcheol turun menyentuh sisi sensitifnya, yaitu memeknya.

 

"Oke sayang, mamah pergi dulu ya."

 

"Sekarang Han boleh desah yang keras, sayang."

 

Desahan Jeonghan menjadi jadi ketika Seungcheol mengelus memek Jeonghan dari luar celananya. "Shhh... dibuka aja kak.. mhh.."

 

"Kok Jeonghan udah basah aja? Jeonghan baru pertama ya memeknya dielus?"

 

Jeonghan menggeleng cepat, ia masih tidak bisa berpikir ketika tangan kanan seungcheol memainkan putingnya sedangkan tangan kirinya terus mengelus memeknya dari luar celana yang sudah amat becek itu. "Mmhh.. engg--aaakkk.. Han sering.. sering elus memek sendiri kok.. hiks.. buka aja kak pliss.."

 

Tanpa sadar jeonghan menangis memohon untuk seungcheol membuka celananya dan mulai memberikan kenikmatan seutuhnya pada memek jeonghan itu. Tapi Seungcheol begitu suka melihat anak kecil menangis bukan karena dimarahi atau karena tidak diberi uang jajan, melainkan karena sudah kepalang sange yang memeknya ingin terus dimasuki oleh jari-jari Seungcheol. 

 

"Kalo celananya Han dibuka, emang mau apa sayang? Han kan masih kecil." Seungcheol berujar sembari tangannya perlahan melepas celana jeonghan dan celana dalamnya. Jeonghan masih terisak karena kenikmatan dari tangan Seungcheol, ia menggeleng. "Mau.. mau dienakin kak Cheol.. hiks.." kini Jeonghan mengangkang ketika ia sudah sempurna bertelanjang, tidak mengenakan satu helai benang sama sekali. Seungcheol terus menatap tubuh gadis SMP itu, payudara yang besar dan kini matanya tertuju pada memek Jeonghan yang berwarna pink yang sudah basah mengeluarkan cairan-cairan ejakulasi, memek gadis itu gemuk tidak ada bulu-bulu yang menutupinya benar-benar seperti memek yang ada di bokep yang sering Seungcheol tonton. Bahkan, memek pacar Seungcheol tidak secantik ini. 

 

Apakah Seungcheol bejat? Tentu. Kini saat Jeonghan tengah merengek karena ingin memeknya dinikmati, seungcheol kearah meja dan menaruh ponselnya dengan kearah keduanya tengah melakukan hal yang tidak senonoh dengan kamera yang tengah merekam keduanya. Seungcheol harus abadikan momen dimana ia bisa menikmati tubuh gadis SMP yang masih perawan itu. 

 

"Sayangnya kakak, Han.. ini memeknya mau diapain?" Seungcheol memulai nya dengan mengelus bibir memek Jeonghan, ia lebarkan kedua bibirnya hingga terbuka, ia lakukan berulang kali sembari mencium bibir Jeonghan. 

 

"Mau... mau diapain aja... huhu.. mmhhh-- aaahh... kak cheolhh"

 

"Pernah nonton bokep kan?"

 

Jeonghan mengangguk, "Kalo gitu kakak kasih kaya yang dibokep-bokep ya sayang."

 

Seperdetik kemudian Jeonghan berteriak karena merasakan tubuhnya seperti disengat listrik, ketika ia merasakan lidah Seungcheol mulai menjilat bibir memeknya. "Ahhh-- kak... kak cheolh... jorok, jangan--- ah... jangan dijilat kakhh" Seungcheol tak menghiraukan Ocehan dan teriakan Jeonghan yang kini mungkin sudah bergema diseluruh rumahnya sendiri. Ia hendak menutup kedua kakinya, namun ditahan oleh tangan kekar Seungcheol.

 

"Mmhh.. memek kamu enak banget Han... wangi.." Seungcheol mencium, menjilat, menusuk memek Jeonghan berkali-kali, ia hisap terus terusan setiap cairan Jeonghan yang keluar dari memeknya. 

 

"Aaahhh... kak... udah, Han mau.. mmhhh pip--ishhhh"

 

"Pipisin aja sayang, gakpapa."

 

Seperdetik kemudian Jeonghan memuncratkan cairan bening itu pada wajah Seungcheol. Seungcheol tersenyum puas, bahkan pakaiannya masih lengkap, tapi gadis dibawahnya ini sudah berantakan dan bahkan sudah terpipis pipis.

 

"Cantik banget muridnya kakak, sampe pipis-pipis." Dengan senyum yang tak luntur itu, Seungcheol mulai melucuti semua pakaiannya hingga terpampang jelas kontol besar nan beruratnya itu menjulang tinggi. Awalnya Jeonghan masih belum bisa berfokus, matanya masih buram karena air mata, namun kini ia bisa melihat betapa besarnya milik Choi Seungcheol.

 

"Kak.. gede banget.. itu mau dimasukin ke memek aku?"

 

Seungcheol mengocok kontolnya sejenak, ia menggeleng "Belum.. Han jilat dulu ya? kan tadi kakak udah jilat memek Han.."

 

Bagai disihir, Jeonghan mematuhi semua ucapan Seungcheol. Gadis itu kini berlutut dibawah sedangkan Seungcheol tengah terduduk dikasurnya. Kontol besar itu sudah memasuki mulutnya yang kecil, ia hanya mengingat bagaimana artis-artis bokep itu menjilat kontol lawan mainnya, ia terus mengeluar masukkan kontol Seungcheol sembari ia mainkan buah zakarnya, ia hisap kuat-kuat bagian lubang kencing itu. "Shhh.. pinter banget anjing! anak SMP mana pinter nyepong kontol, ahh... iya terus Han." Seungcheol semakin tak tahan, ia memaju mundurkan pinggulnya hingga ia bisa merasakan kontolnya menabrak tenggorokan Jeonghan. Suara tabrakan kontol itu terus memenuhi kamar Jeonghan.

"Ahhh... kakak crot dimulut kamu ya sayang?" Bisa apa Jeonghan selain mengangguk?

 

"Shhh.... kakak keluar Han.. Ahhh" Seungcheol memuntahkan semua pejunya didalam mulut hangat dan kecil Jeonghan. "Telen sayang, kapan lagi dapet peju kakak."

 

Seungcheol tersenyum dan mengelus rambut Jeonghan yang panjangnya hanya sebahu itu. Selanjutnya Seungcheol gendong Jeonghan dan ia tidurkan dikasur miliknya sendiri. Jeonghan membuat Seungcheol kembali terkejut lantaran setelah ditidurkan ia malah melebarkan kedua kakinya menunjukkan memeknya yang tengah berkedut dan cengap cengap itu, berharap keperawanannya diambil oleh Choi Seungcheol hari ini. "Lonte banget dah bocah SMP, memeknya kedut banget, mau apa emang?" Seungcheol menampar memek tembem itu.

 

"Ahhh, mau di masukin kontol kakak." Seungcheol tersenyum puas, ia mengocok kontolnya sebentar, ia gesek-gesekkan kepala kontolnya kearah bibir memek Jeonghan.

"Ahhh... ayo masukin kak.. sshhh"

 

"Jeonghan yakin memeknya mau makan kontol kakak? Nanti gak perawan lho." Ujar Seungcheol, namun tangannya terus mengarahkan kontolnya naik dan turun diatas bibir memek Jeonghan.

Jeonghan mengangguk frustasi.. "Ahh.. masukin aja kak.. sshhh, gak tahan.. Han gak tahan hiks.. mau kontol kakak.. ahhh masukin kak.." 

 

"As your wish baby" dengan semangat Seungcheol mulai mendorong masuk kontol besarnya itu kedalam liang memek Jeonghan yang becek, dan sempit itu. Baru kepala kontolnya saja yang masuk Seungcheol bisa merasakan lubang hangat itu sangat menjepit.

 

"Aaahhh, Han... memeknya sempit banget sayang.. sakit ga sayang?" Seungcheol melempar kepalanya kebelakang merasakan nikmatnya jepitan memek Jeonghan pada kontolnya.

 

Jeonghan menggeleng, "Lagi.. ahhh lagi kak, masukin lagi kontolnya.." Seungcheol mendorong kontolnya perlahan, "Kalo sakit bilang ya sayang, soalnya ini pertama kali Han dimasukin kontol kan?"

 

Jeonghan mengangguk, ketika ia merasakan kontol Seungcheol masuk makin dalam, ia mulai meringis, kontol besar itu sangatlah besar ia merasa memeknya robek karena dipaksa masuk oleh kontol anak berusia 24 tahun itu. "Kakk.. shhh, sakiiithhh"

 

Seungcheol mengelus dan mengecup bibir Jeonghan sejenak, "Tahan ya.. kakak pelan-pelan kok. Kalo udah gak sakit Han bilang ya? nanti kakak goyang."

 

Selain memeknya yang sakit, jantung Jeonghan juga ikut berdegup dengan kencang. Ia mengangguk, "Kak... goyangin"

 

Mendengar Jeonghan yang mempersilahkan, Seungcheol mulai menggenjot kontolnya dengan perlahan, ia maju mundurkan pinggulnya dengan pelan, merasakan jepitan memek Jeonghan yang begitu nikmat. Walaupun genjotan Seungcheol perlahan tapi tubuh mungil Jeonghan terus terlonjak, payudaranya terus bergoyang kesana kemari sehingga Seungcheol menangkup payudara itu dan ia kembali remas dan cubit putingnya. 

 

"Mmhhh... ahh.. ahh.. ahh, kak.. enak ahhhh" Jeonghan mendesah tanpa henti, ia baru mengetahui bahwa dientot ternyata senikmat itu, perlahan kontol Seungcheol semakin keras menggenjot memek kecil itu, Mata Jeonghan menjuling merasakan betapa nikmatnya rojokan kontol Seungcheol di memeknya. 

 

"Ahh.. enak banget memeknya Han, shh sempit banget sayang."

 

Jeonghan mencoba untuk melihat kearah dimana kontol Seungcheol keluar masuk di memeknya, suara tabrakan kulit keduanya terdengar menjijikkan tapi justru membuat rangsangan keduanya semakin meningkat. Seungcheol membalikkan tubuh Jeonghan, ia buat Jeonghan menungging. Ia masukkan kembali kontolnya dari belakang. "Dari belakang lebih enak kan Han?" Seungcheol tersenyum bangga melihat kontolnya keluar masuk dimemek perawan itu.

 

"Ahhh... iya kak, mmhhh enak banbget hahhh..."

 

Seungcheol semakin brutal merojok memek sempit itu, semakin licin kontolnya keluar masuk.

"Kak Seungcheol... mmhh..." 

 

"Hmm, kenapa Han? Enak ya?"

 

"Emmhh, enaaakk-- enakk bangeett.. ahhh"

 

"Gak usah masuk SMA ya? Nikah aja sama kakak ya, ahh-- enak banget sih memeknya Han.. nanti memeknya kakak penuhin tiap hari ya?"

 

"Mau.. mau dipejuin kak Cheol tiap hari sampe hamil.. ahhh"

 

Seungcheol kini menggendong Jeonghan menghadap kaca rias milik Jeonghan sendiri, "Liat Han.. liat, kontol kakak keluar masuk di memekmu.." 

 

Jeonghan tak kuasa untuk sekedar membuka matanya, namun ketika membuka mata ia sudah melihat bagaimana tubuh kecilnya dipeluk tubuh besar Seungcheol dan bagaimana kontol besar itu keluar masuk memeknya. Ia tak mampu berbicara, kepalanya ia tadahkan pada dada Seungcheol. "Ahh... Han, kakak mau keluar... ahhh..." semakin keras seungcheol keluar masuk dalam memek itu.

 

"Keluar didalem aja kak... gakpapa, sshhh mmhhh pejuin Han.. mmhhhh"

 

"Ahhh... Jeonghan...!"

 

Seungcheol memuntahkan semua pejunya dalam memek gadis itu. Ia memeluk Jeonghan dan mengelus kepalanya, ia cium bibir gadis itu, ia tarik kontolnya keluar dan melihat bagaimana peju miliknya luber keluar dari memek kecil itu. Bahkan memek Jeonghan tak sanggup menampung semua peju milik Choi Seungcheol. Seungcheol ambruk tertidur disebelah Jeonghan dan memeluknya begitu erat, "Makasih sayangnya seungcheol" dan mengecup pipi Jeonghan sejenak sebelum keduanya tertidur tanpa bebersih terlebih dahulu.

Notes:

Hi ! masih waras? makasih udah baca sampai habis, see u on next work